Rabu, 23 Januari 2013


Sejarah Awal Berdiri Negara Italia









Sejarah Awal Berdiri Negara Italia - Negara Italy adalah termasuk paling tua didunia dan peninggalan-peninggalan sejarah purba ada banyak terdapat disana.Sampai saat ini penduduk dari segala penjuru dunia mendatangi dan melihat peninggalan-peninggalan sejarah kuno. Roma, sebagai ibukota Kekaisaran Romawi yang kuat dan berpengaruh menarik ribuan ke kota dan negara dari seluruh kekaisaran, termasuk sebagian besar, Mediterania Afrika Utara, daratan Inggris Raya (Inggris) dan bagian Timur Tengah. Pedagang dan pedagang datang ke Italia dari beberapa bagian yang berbeda dari dunia. Kepulauan Capri seperti menjadi populer di akhir abad 18 dan dekade pertama abad ke-19.

Profil Negara Italia
Nama negara : Republik Italia
Ibu kota : Roma
Penduduk : 57,4 juta jiwa (2000)
Luas wilayah : 301.277 km2 (2,5 kali Pulau Jawa), Pulau
Sicilia 25.707 km2, Pulau Sardegna 24.089
km2.
Batas negara : Utara : Perancis, Swiss, Austria, dan Slovenia
Barat : Laut Tyrhenia
Timur : Laut Adriatik
Selatan: Laut Lonia.
Kota-kota utama : Milano, Napoli, dan Torino
Bahasa resmi : Italia
Suku bangsa : Italia 94%, Sardegna 2,7%, Rhaetian 13,6, lain-
lain 1,9%
Agama : Katolik Roma 83%, non religius 13,6%, atheis
1,3%, lain-lain 0,6%
Hari nasional : 2 Juni 1946
Lagu Kebangsaan : Fratelli D’ Italia (Brothers of Italy)
Bendera : Hijau, Putih, Merah (vertikal)
Keanggotaan organisasi
internasional : PBB NATO, Uni Eropa, WEU, G7,
Schengen.
Mata Uang : Euro

Italia, terletak di bagian selatan Benua Eropa. Negara ini berbentuk semenanjung yang mirip sepatu boot dengan dua pulau besar, Sisilia dan Sardinia. Negara ini berbatasan dengan Prancis, Swiss, Austria dan Slovenia. Italia adalah salah satu negara tertua di Eropa. Sejarah negara ini bisa dilacak tiga ribu tahun ke belakang. Tidak heran, Italia menjadi akar dari kebudayaan Eropah, yakni Etruscan dan Romawi.

Badan PBB yang mengurusi Ilmu Pengetahunan dan Kebudayaan (Unesco) mencatat ada sekitar 41 peninggalan sejarah di Italia yang bisa diwariskan kepada dunia. Peninggalan sejarah itu tersebar mulai dari kota Roma hingga Italia bagian selatan dan utara. Peninggalan sejarah itu kini menjadi daya tarik utama bagi pariwisata negara ini. Roma, adalah saksi bisu dari kejayaan Italia ada masa lampau. Menurut legenda, Roma dibangun tahun 753 masehi oleh Romulus, raja pertama Romawi kuno.

Kota ini sangat tua dan klasik, karena masih banyak bangunan sejarah peninggalan Romawi kuno di sini. Salah satunya adalah, Circus Maximus yang dibangun pada masa Raja Tarquinius Priscus, antara tahun 616 hingga 579 sebelum masehi. Dahulu, ribuan tahun lalu, di arena ini digelar ajang perlombaan balap kereta kuda dan gladiator, hiburan yang paling digemari saat itu.

Bagi rakyat Italia, Circus Maximus adalah simbol dari kejayaan masa lampau. Di sini pula rakyat Italia merayakan tim sepak bola kesayangan mereka yang menjuarai piala dunia. Ribuan warga kota Roma saat itu memadati lapangan ini, kendati suhu menyengat, sekitar 35 derajat selsius. Mereka menyambut, kedatangan tim Italia. Sepak bola memang memiliki tempat khusus di hati orang setiap Italia, sehingga peristiwa seperti mereka rayakan se-akbar mungkin, mengalahkan perayaan hari nasional mereka.

Italia adalah negara yang bisa hidup dari industri pariwisata. Setiap tahun 15 hingga 20 juta wisatawan berkunjung ke sini. Biasanya pada musim panas, Roma dipadati wisatawan. Jumlahnya bisa melebihi penduduk Roma sendiri yang justri memilih berlibur keluar kota.

Di Piazza Navona, misalnya, wisatawan bisa menikmati goresan tangan karya para pelukis jalanan. Dengan tarif tarif 60 hingga 120 ribu rupiah, wisatawan bisa mendapatkan lukisan diri hanya dalam waktu 10 menit. Bangunan sejarah di Italia memang telah menjadi magnet bagi jutaan wisatawan. Di Piazza di Spagna, biasanya wisatawan menghabiskan waktu mereka, dan tidak mereka pun menguras koceknya berbelanja di toko dan butik di kawasan yang menawarkan produk dengan merek mendunia.

Inilah Colosseo. Colosseo atau Koloseum adalah salah satu monumen yang menjadi landmark sekaligus simbol dari kota Roma. Roma selalu identik dengan bangunan ini. Di tempat inilah kerap digelar gladiator, yaitu pertarungan antara manusia melawan manusia, atau manusia dengan hewan. Bangunan ini menjadi saksi dari ribuan nyawa manusia yang mati dalam pertarungan di arena ini.

Colosseo sangat megah, dan memancing rasa ingin tahu orang untuk melihat lebih mendalam sejarah bangunan ini. Pada musim panas, ribuan wisatawan rela antri berjam-jam untuk melihat monumen ini. Sebelum memasuki Colloseo, pengunjung disuguhi atraksi gladiator. Sekali foto bersama gladiator ini dipungut biaya lima Euro, setara dengan 60 ribu rupiah.

Colosseo adalah sebuah ampiteater yang sangat besar yang dibangun pada tahun 72 setelah masehi, oleh Vespasiano, lalu diselesaikan oleh putranya, Titus, delapan tahun kemudian.

Pembangunan Colosseo memanfaatkan tenaga tahanan Yahudi. Colosseo berbentuk lonjong, dengan bagian terpanjang berukuran 187 meter, sedangkan yang terpendek 155 meter. Tingginya mencapai 50 meter, dan mampu menampung 80 ribu penonton. Colosseo awalnya, berfungsi sebagai stadion besar untuk menghibur rakyat dengan tontonan sirkus.

Seratus lima puluh kilometer sebelah selatan kota Roma, ada situs sejarah yang terkenal bernama Pompeii. Pompeii adalah kota yang tertimbun abu letusan gunung Vesuvius pada tanggal 24 Agustus tahun 79. Porta Marina atau gerbang laut ini adalah cikal bakal dari kota Pompeii. Gerbang ini dahulunya adalah kota perdagangan. Jejak-jejak itu masih terlihat di Via Della Marina. Lalu lalang kendaraan yang mengangkut barang dari pelabuhan, pada masa itu melewati jalan sempit ini.

Basilica, adalah bangunan yang paling mencengangkan di Pompeii. Basilica, adalah sebuah karya arsitektur dengan sentuhan seni yang tinggi. Kini hanya sebagian pilar dan tribun yang tersisa. Tribun ini pada masa itu digunakan untuk kegiatan pengadilan dan perdagangan. Para ahli sempat berdebat panjang untuk menyimpulkan, bahwa Basilica dahulunya beratap. Dan dari lukisan diatap, dipastikan bahwa Basilica dibangun sekitar tahun 120 sebelum masehi.

Pada masa itu, mereka sudah memikirkan membangun jalan khusus untuk manusia, hewan, dan kendaraan. Bangunan ibadah, kegiatan politik dan ekonomi, tertata dengan baik, dengan tetap memperhatikan nilai estetika yang tinggi. Pengunjung membutuhkan waktu berjam-jam untuk menelusuri kota mati ini. Pompeii bisa memberikan pelajaran penting bagi masa kini, bagaimana seharusnya membangun kota dengan baik, yakni kota yang tidak hanya mendewakan bangunan semata, namun juga memperhatikan ruang bagi manusia untuk beraktualisasi.\

Referensi:
http://dwpkbri-rome-tuttiitaly.blogspot.com/2007/08/profil-negara-italy.html
http://www.resep.web.id/traveling/italia-negeri-pewaris-sejarah-kuno.htm
http://www.eliaelisa.com/search/peninggalan-sejarah-negara-italia/

Arsip Blog

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

- Copyright © Blogjolemo -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -