Sabtu, 14 September 2013

Jews is Political Project

Posted by   on

(Judaism is a "Political Project")
Ryssen1
Oleh: Herve Ryssen
(Diterjemahkan oleh John de Nugent – diedit dan diringkas oleh henrymakow.com untuk memperhatikan yang menjadi persoalan pokok )
"Perdamaian" yang dimmaksud Israel adalah tidak lebih dan tidak kurang bagi Yahudi Kabal untuk melakukan "genosida, membenarkan untuk mengeksekusi seluruh umat manusia – goyim-, kecuali mereka yang diizinkan untuk hidup namun hidup dalam budaya budak" - Herve Ryssen 
Menurut Rysssen, 46, anggota National Front Perancis dan mantan profesor sejarah,
Yahudi "Mahdiisme" adalah a happy face untuk Tata Dunia Baru (NWO). "Perdamaian" berarti akhir dari semua perlawanan terhadap tirani Yahudi Kabal. 
Melalui kontrol mereka atas kredit dan sistem perbankan, "Israel" (Yahudi Kabal, Illuminati) dengan cepat melaju mencapai tujuan mereka, yaitu "perdamaian" sesuai dengan konsep pemerintahan dunia yang mereka inginkan. Berkat Freemasonry, terbentuknya kelompok Gentile/Goyim yang sebagian besar mewakili kepentingan mereka. Namun demikian, orang-orang Yahudi biasa dan non-Yahudi perlu memahami mengapa dunia berjalan dengan cara seperti itu, dan mengapa ada "terorisme," pengawasan NSA, "Homeland Security" dan peperangan yang tak kunjung selesai.
Agama Yahudi (Yudaisme) bukan hanya sekedar "agama," karena banyak orang Yahudi secara terbuka mengaku sebagai ateis atau agnostik, dan pengakuan mereka tidak mengurangi keYahudian mereka. Yahudi juga bukan sebuah ras, bahkan jika "mata yang terlatih," biasanya dapat mengenali penampilan Yahudi, pola karakteristik yang merupakan hasil dari ketaatan mereka melakukan endogami (perkawinan antar Yahudi-AZ) selama berabad-abad. Yahudi melihat diri mereka sebagai "orang-orang pilihan" Tuhan, dan pernikahan di luar komunitas mereka sangat tidak disukai.
Agama Yahudi (Yudaisme) pada dasarnya adalah merupakan proyek politik. Hal ini penting bagi orang-orang Yahudi untuk bekerja ke arah terciptanya dunia dalam suasana "perdamaian," perdamaian yang universal dan permanen. Oleh karena itu bukan kebetulan bahwa kata "damai" (shalom dalam bahasa Ibrani) sering ditemukan dalam wacana Yahudi di seluruh dunia.
Dalam dunia sempurna yang mereka sedang bangun, semua konflik antar bangsa-bangsa akan hilang. Inilah sebabnya mengapa orang-orang Yahudi telah memperjuangkan keyakinannya tanpa lelah selama bertahun-tahun untuk menghapus semua perbatasan, peleburan identitas nasional dan pembentukan kerajaan "damai" dunia – global “peace”. Adanya negara yang terpisah (dari sistem Yahudi Kabal-AZ) dianggap bertanggung jawab untuk memicu perang dan kekacauan, sehingga negara-negara tersebut harus dilemahkan dan akhirnya digantikan dengan sistem pemerintahan dunia, "Tata Dunia Baru," (contoh kasus Iraq-AZ) satu penguasa dunia – hanya ada keputusan tunggal untuk memerintah yang menurut mereka akan membahagiakan dan mensejahterakan manusia di bawah dominasi Yahudi di kolong langit ini .. . [Makow-Tentu saja mereka memulai perang yang berfungsi sebagai alasan untuk satu pemerintahan dunia ini.]
 Para anggota sekte Yahudi adalah orang yang paling rajin berdakwah di muka bumi ini, akan tetapi tidak seperti Kristen atau Muslim, yang bermimpi untuk mengubah semua orang dari berbagai ras kepada keimanan mereka, orang-orang Yahudi tidak memiliki rencana untuk mengubah dunia dengan keimanan mereka, agama Yahudi (Yudaisme), tetapi mereka hanya mendorong negara lain untuk menyerahkan identitas nasional dan agama mereka – dan hidup hanya untuk tujuan “toleransi"
Kampanye yang tak henti-hentinya menyalahkan semua bangsa kulit putih atas perbudakan, kolonialisme, menjarah kekayaan negara-negara Dunia Ketiga atau Auschwitz tidak memiliki tujuan lain selain menempatkan lawan secara defensif, dan menjadikannya berlutut dan bukan dengan kekerasan, akan tetapi melalui rasa bersalah. Ketika orang-orang Yahudi menjadi satu-satunya yang tersisa di muka bumi dengan keimanan dan tradisi mereka, maka pada akhirnya mereka akan diakui oleh semua orang sebagai "orang-orang pilihan” Tuhan.
"Misi" mereka (Yahudi sering menggunakan istilah "misi" ) adalah untuk melucuti orang lain, untuk menghancurkan apa saja yang bukan Yahudi atau yang dikendalikan Yahudi, untuk menggilas non-Yahudi untuk dikalahkan dalam rangka membuat identitas baru berupa kekuatan pekerja bebas, maka dengan demikian akan mendukung sebuah "perdamaian" universal di antara orang-orang yang identitasnya tidak lagi bersifat "memecah belah".
Seperti Nabi Yesaya mengatakan: "Serigala akan tinggal bersama domba, harimau akan beristirahat dengan anak singa dan biri-biri jantan harus hidup bersama, dan anak muda akan memimpin mereka" ( Yesaya 11 : 6-9 ).
Imam Mahdi (Mesias) datang dari Israel yang sudah menunggu selama tiga ribu tahunan, akan membangun lagi kerajaan Daud dan akan memberikan orang Yahudi sebuah kerajaan untuk menguasai seluruh bumi. Dan teks tertentu Yahudi secara eksplisit menyebutkan hal ini.
Oleh karena itu Yahudi terus didorong untuk melakukan kampanye, di dalam masyarakat mana pun mereka tinggal, dalam rangka untuk mendukung penyatuan dunia - dan dengan demikian juga mempercepat kedatangan Imam Mahdi (Mesias) yang dijanjikan yang dinantikan mereka. Propaganda adalah meruapakan sebuah keakhlian khusus Yahudi , dan bukanlah merupakan sebuah kebetulan kalau orang-orang Yahudi begitu berpengaruh di dalam semua media.
Di tangan mereka, konsep "toleransi" dan "hak asasi manusia" telah menjadi senjata yang sangat efisien dalam menyalahkan orang-orang kulit putih dan dakwaannya terhadap budaya mayoritas. Sesungguhnya tidak melalui nama cendikiawan Yahudi yang terdengar atau melalui penampilan fisik Yahudi bahwa kita dapat mengenali orang-orang Yahudi, melainkan dari apa yang mereka tulis dan katakan di mana pun mereka berada di muka bumi ini ...
Sebuah Mesin Perang Terhadap Umat Manusia
Sebenarnya hasil nyata dari moral "pembebasan" ini hanyalah demoralisasi sistematis dan kriminalisasi terhadap orang kulit putih, dicelanya tanpa lelah dalam film, sastra dan sejarah sebagai penyebab semua penyakit sosial di dunia ini dan runtuhnya Barat. Daya tarik egalitarianisme - sebagaimana dimaksud oleh Yahudi –  adalah bersifat menyamakan semua perbedaan etnis dan identitas yang lambat-laun menimbulkan kehancuran.
Yitzhak Attia, direktur seminar berbahasa Perancis di lembaga Yad Vashem Holocaust Yad di Tel Aviv menulis dalam sebuah majalah Israel sbb:
 "Bahkan jika alasan berteriak dengan sekeras-kerasnya merupakan sesuatu yang sangat absurditas dalam konfrontasi ini antara rakyat kecil dan Israel yang kecil [yaitu, semua Yahudi di seluruh dunia, bukan hanya" Negara Israel "] dengan seluruh umat manusia ... absurd, sebagai yang membingungkan dan sebagai yang mustahil karena tampaknya kita terlibat dalam pertempuran jarak dekat antara Israel dengan Perserikatan Bangsa - dan itu hanya bisa dilakukan dengan genosida total karena itu menyangkut kami dan identitas mereka ". (April 2003)
Anda membacanya dengan benar: Perjuangan antara orang-orang Yahudi dan seluruh umat manusia hanya bisa dilakukan melalui "genosida secara total".   "Perdamaian" yang dimaksud Israel adalah tidak lebih dan tidak kurang adalah untuk melakukan  melakukan "genosida,"  yaitu pembenaran untuk mengeksekusi seluruh umat manusia - kecuali mereka yang diizinkan untuk hidup dengan budaya budak.
 Pertanyaannya adalah apakah agresivitas agama Yahudi dapat dinetralisir dalam rangka menyelamatkan manusia dari kejahatannya, kejahatan yang bisa dibuktikan bahkan lebih gawat daripada Marxisme seperti psikoanalisa dan ideologi globalisme.
 Pertama-tama, kita harus menghadapi kenyataan bahwa: Setelah berabad-abad sudah terjadi saling kesalahpahaman, antisemitisme orang-orang Kristen, umat Islam, dan Hitler telah gagal untuk menyelesaikan masalah Yahudi. Faktanya adalah bahwa Yahudi lahir ditopang dan tumbuh dari kebencian mereka di antara semua bangsa di dunia ini. Kebencian ini, harus dikatakan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan untuk genetika spiritual mereka. Hal ini telah memungkinkan Yahudi selama berabad-abad sampai sekarang untuk merapatkan barisan dalam komunitas mereka melawan musuh eksternal, sedangkan peradaban lain telah menghilang.
Tanggungjawab mereka, seperti para rabi bekerja keras dalam menjaga kelompok gen Yahudi. Dan bahkan seorang Yahudi pengkhianat tetap diperlakukan sebagai Yahudi, oleh karena itu sangat sia-sia mencoba untuk meninggalkan komunitas penjara Yahudi. Agama Yahudi  ya memang penjara untuk mereka. Dinyatakan bahwa seorang Yahudi tidak pernah bisa berhenti bekerja untuk mendukung kelangsungan hidup Yahudi.
Misi kita adalah untuk mengakomodasi orang-orang Yahudi sakit yang berada di antara kita, karena orang Yahudi bukan orang-orang yang "berkhianat" banyak dari mereka adalah orang-orang sakit untuk disembuhkan.
Yahudi adalah untuk dicintai dengan tulus secara individu agar membebaskan mereka dari penjaranya yang terkunci. Kemudian mereka akan bebas dari cengkeraman pemujaan - dan dari ancaman, baik yang mereka hadapi maupun ancamannya kepada seluruh umat manusia.
 Sesudah itu maka kita akan menjadi bebas dari cengkeraman ini, dan pada saat yang sama, mereka akan membebaskan diri dari kejahatan yang berada di dalamnya yang mengancam seluruh umat manusia.
-------------------
Autumn 2007

Tidak ada komentar:
Write komentar